
My Salwa My Palestine bercerita tentang Kisah tentang Kesetiaan pada Tuhan, Tanah Air, dan Manusia
berikut sedikit sinopsis nya:)
Ibrahim Fawal menuturkan kisah memilukan terusirnya sebuah bangsa dari tanah air yang telah ribuan tahun mereka diami. Fawal seakan-akan melantunkan nyanyian duka puluhan ribu penduduk Palestina yang dibantai, diperkosa, kehilangan rumah dan keluarga, bahkan kehilangan pandangan hidup karena situasi politik yang nyatanya masih berlangsung hingga saat ini. Bersamaan dengan itu, pecahlah kedamaian antar-umat Kristen, Islam, dan Yahudi, yang sebelumnya hidup rukun beratus-ratus tahun di Palestina. Dendam dan amarah pun tumbuh.
Kisah dalam novel ini tambah menarik karena diwarnai lika-liku cinta antara Yousif Safi, sang tokoh utama, dan Salwa, seorang gadis cantik di kotanya. Bukan sekadar kisah romantisme sebagai pemanis atau bumbu belaka. Bukan pula kisah cinta remaja yang penuh kecengengan. Yousif bahkan menempatkan Salwa dan Palestina pada tataran yang sama. Cintanya terhadap Palestina sama besarnya dengan cintanya terhadap Salwa. Bahkan ada benang merah yang menghubungkan bahwa perjalanan cintanya terhadap Palestina memiliki alur yang mirip dengan kisah cintanya terhadap Salwa.
Inilah kisah seorang anak manusia yang terjebak dalam situasi yang menguji kesetiaannya pada Tuhan, tanah air, dan kemanusiaan. Akankah ia mengkhianati semua yang dicintainya itu? Ataukah ia akan menyerah pada dendam dan amarah yang membutakan hati?
btw...gue udah kelar baca buku ini..
gue bilang sih bagus:)
satu yang mengelitik pikiran gue, kata kata usil yang gue suka di buku nya…dihalaman 573
Saat yousif dan ibu nya udah sampe di yordania…trs dapet penginapan ..dan dialog antara yousif sama yang punya kamar….
ini cuplikannya
……….jangan berterimakasih kepadaku, Nak…tunjukkan terima kasimu, berikan rasa syukurmu kepada Allah. Kita semua milik Dia. Aku membangun dua kamar ini karena Allah ingin aku punya dua kamar ini. Kalian menemukan tempat untuk tinggal karena Allah ingin kalian menemukan tempat untuk tinggal karena Allah ingin kalian menemukannya. Allah telah, sedang dan akan ada dimana-mana. Allah telah, sedang dan akan melakukan segalanya.”
Bisakah Dia melakukan satu dosa??” Tanya Yousif sambil membuka pintu sedikit.
Mata hitam lelaki itu tampak tidak mengerti. “Allah melakukan satu dosa??” tanyanya. Bapa kami yang ada disurga. Nak, kamu membuatku bingung.
“Aku Cuma bertanya-tanya”.
“hal itu baru bagiku. Allah melakukan dosa kecil? Mengherankan, aku tak pernah berpikir begitu. Tapi, jika Dia bertanggung jawab terhadap segalanya, dan kalian menggelandang tak punya rumah, maka itu berarti………..” lelaki itu bergumam sambil keluar kamar.
Yousif tersenyum dan menatap lelaki itu menuruni tangga, terkejut oleh kenakalan kata-katanya.